Sambut Society 5.0, Prodi MPI Gelar Ngaji SIM Bersama Pondok Pesantren Di Temanggung

IMMPI INISNU Temanggung-Dunia teknologi dan komunikasi sudah menuju era society 5.0, dimana semua hal berbasis digital dan serba canggih. Hal ini menuntut generasi millenial untuk mengetahui seberapa jauh teknologi dan komunikasi sudah berjalan. Terutama bagi generasi millenial yang hidup dilingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren menjadi salah satu penompang anak dalam mengahadapi zaman yang serba serbi  modern ini. Dalam berbagai kesempatan masyarakat diuji dengan teknologi yang selalu berkembang untuk meningkatkan kualitas dalam diri masyarakat.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam INISNU Temanggung yang bekerjasama dengan kantor kementrian agama kabupaten Temanggung untuk merangkul masyarakat dengan dunia pondok pesantren. Kegiatan ini dapat dijadikan tombak awal untuk bisa bersinambungan dengan teknologi yang ada.

Kegiatan ini ditampung dalam wadah menjadi ngaji system informasi manajemen yang mengangkat sub tema “Membangun IPTEK Menuju Society 5.0 pemantapan Aplikasi EMIS bagi Pondok Pesantren” yang bertempat di aula kementrian agama kabupaten Temanggung(27/05) yang dihadiri oleh bapak H.Akhsan Muayad sebagai kepala seksi pendidikan diniyah dan pondok pesantren kabupaten temanggung, Serta dekan Fakultas Tarbiyah bapak Andrian Gandi W., M.Pd. sedangkan peserta dari Ngaji SIM merupakan perwakilan operator emis dari 20 pondok pesantren di Temanggung dan beberapa mahasiswa INISNU Temanggung.

Kegiatan Ngaji SIM menghadirkan narasumber Bapak Abdul Wahab F, M.Pd dan Ibu Zaidatul Arifah, M.Pd untuk menambah wawasan seputar aplikasi emis di pondok pesantren. Dari ngaji SIM ini diharapkan ada keterbukaan bahwa teknologi dan kegiatan kemahasiswaan di luar jam kuliah merupakan kesinambungan yang selalu berkait untuk menuju taraf hidup yang lebih baik dan memajukan kualitas SDM yang ada.

“Mereka yang tidak mau berintegrasi dengan teknologi maka segala kegiatannya akan kacau” tutur beliau bapak dekan fakultas tarbiyah.

Dalam pengisian data EMIS yang diperlukan tidak hanya data santri dan alumni saja, namun data ustadz, ustadzah serta pimpinan juga diperlukan guna kelengkapan data dalam lembaga tersebut. Karena kebanyakan operator pondok pesantren hanya berfokus paa pengisian data santri dan alumni saja. Ujar pemateri, Bapak Abdul Wahab F M.Pd.

Peran EMIS sebagai data acuan dalam perencanaan program pendidikan dibawah naungan kementrian agama dapat berguna dalam menentukan penerimaan BOS bagi pondok pesantren, bantuan dana pembangunan, dan penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) semua dapat ditetapkan apabila data EMIS terjamin keakuratan dan kelengkapan serta ketepatan waktunya. Semua hal yang didasarkan pada data yang sesuai maka akan lebih mudah dalam verifikasi maupun proses pengajuan bantuan.

Pentingnya data EMIS bagi pondok pesantren merupakan strategi pemerintah guna memajukan SDM serta memanfaatkan teknologi yang sudah ada. Adanya pendataan EMIS meruntuhkan stigma bahwa pondok pesantren tertinggal dengan sekolah formal padahal sebenarnya pondok pesantren dapat bersaing dengan sekolah formal lain.b

-Dunia teknologi dan komunikasi sudah menuju era society 5.0, dimana semua hal berbasis digital dan serba canggih. Hal ini menuntut generasi millenial untuk mengetahui seberapa jauh teknologi dan komunikasi sudah berjalan. Terutama bagi generasi millenial yang hidup dilingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren menjadi salah satu penompang anak dalam mengahadapi zaman yang serba serbi  modern ini. Dalam berbagai kesempatan masyarakat diuji dengan teknologi yang selalu berkembang untuk meningkatkan kualitas dalam diri masyarakat.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam INISNU Temanggung yang bekerjasama dengan kantor kementrian agama kabupaten Temanggung untuk merangkul masyarakat dengan dunia pondok pesantren. Kegiatan ini dapat dijadikan tombak awal untuk bisa bersinambungan dengan teknologi yang ada.

Kegiatan ini ditampung dalam wadah menjadi ngaji system informasi manajemen yang mengangkat sub tema “Membangun IPTEK Menuju Society 5.0 pemantapan Aplikasi EMIS bagi Pondok Pesantren” yang bertempat di aula kementrian agama kabupaten Temanggung(27/05) yang dihadiri oleh bapak H. Akhsan Muayad sebagai kepala seksi pendidikan diniyah dan pondok pesantren kabupaten temanggung, Serta dekan Fakultas Tarbiyah bapak Andrian Gandi W., M.Pd. sedangkan peserta dari Ngaji SIM merupakan perwakilan operator emis dari 20 pondok pesantren di Temanggung dan beberapa mahasiswa INISNU Temanggung.

Dokumentasi Kegiatan Ngaji SIM (Sistem Informasi Manajemen)

Kegiatan Ngaji SIM menghadirkan narasumber Bapak Abdul Wahab F, M.Pd dan Ibu Zaidatul Arifah, M.Pd untuk menambah wawasan seputar aplikasi emis di pondok pesantren. Dari ngaji SIM ini diharapkan ada keterbukaan bahwa teknologi dan kegiatan kemahasiswaan di luar jam kuliah merupakan kesinambungan yang selalu berkait untuk menuju taraf hidup yang lebih baik dan memajukan kualitas SDM yang ada.

“Mereka yang tidak mau berintegrasi dengan teknologi maka segala kegiatannya akan kacau” tutur beliau bapak dekan fakultas tarbiyah.

Dalam pengisian data EMIS yang diperlukan tidak hanya data santri dan alumni saja, namun data ustadz, ustadzah serta pimpinan juga diperlukan guna kelengkapan data dalam lembaga tersebut. Karena kebanyakan operator pondok pesantren hanya berfokus paa pengisian data santri dan alumni saja. Ujar pemateri, Bapak Abdul Wahab F M.Pd.

Peran EMIS sebagai data acuan dalam perencanaan program pendidikan dibawah naungan kementrian agama dapat  berguna dalam menentukan penerimaan BOS bagi pondok pesantren, bantuan dana pembangunan, dan penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) semua dapat ditetapkan apabila data EMIS terjamin keakuratan dan kelengkapan serta ketepatan waktunya. Semua hal yang didasarkan pada data yang sesuai maka akan lebih mudah dalam verifikasi maupun proses pengajuan bantuan.

Pentingnya data EMIS bagi pondok pesantren merupakan strategi pemerintah guna memajukan SDM serta memanfaatkan teknologi yang sudah ada. Adanya pendataan EMIS meruntuhkan stigma bahwa pondok pesantren tertinggal dengan sekolah formal padahal sebenarnya pondok pesantren dapat bersaing dengan sekolah formal lain.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.